Saturday, January 15, 2011

Serba Serbi Sponsor MotoGP

Sebagai perhelatan olahraga kelas dunia, kehadiran sponsor di ajang MotoGP tentunya sangat berperan penting. Di tangan sponsor itulah biaya operasional team yang selangit dibebankan. Maka tak heran jika seorang rider atau team  akhirnya keluar dari arena akibat tidak adanya dukungan penyandang dana tersebut. Berikut adalah beberapa cerita unik tentang keberadaan sponsor di MotoGP.













 Repsol, Antara Crivillé & Honda

Faktor kebangsaan menjadi alasan paling dominan sebuah perusahaan rela menjadi sponsor sebuah team. Hal ini juga terlihat jelas pada Repsol. Akhir musim 2001 Honda “memberhentikan” Àlex Crivillé karena performanya semakin menurun setelah menjadi juara dunia GP500 pada tahun 1999.
Terdepaknya Crivillé membuat Repsol yang juga berasal dari Spanyol memutuskan meninggalkan Honda dan mengikuti sang rider berpindah ke team Yamaha D’Antin. Kedatangan sponsor besar, team yang sebelumnya hanya mengandalkan Norick Abe (almarhum), untuk pertama kalinya hadir dengan dua rider.
Namun sebelum musim 2002 dimulai, Crivillé membuat keputusan yang mencengangkan. The Condom Man memutuskan pensiun dari arena MotoGP. Keputusan tersebut membuat Repsol tanpa malu kembali ke Honda dan hanya menjadi sponsor pendamping Antena 3 di team milik Louis D’Antin.














Camel, Antara Biaggi & Rossi

Max Biaggi meninggalkan Yamaha menuju team Honda Pons pada musim 2003. Ditinggal Marlboro yang sudah menjadi sponsornya sejak berlaga di kelas 250cc, Max mendapat dukungan sponsor baru, Camel. Meski sempat ditinggal bergabung dengan team Repsol Honda pada musim 2005, Camel ternyata masih setia dengan juara dunia 4 kali kelas 250cc tersebut.
Di akhir musim 2005, ketika kontrak Biaggi bersama team Repsol Honda tak diperpanjang, Camel dengan senang hati menerimanya kembali di team Honda Pons. Sayangnya, pihak Honda Racing Corporation (HRC) yang saat itu terlanjur sakit hati mengultimatum seluruh team satelitnya agar tidak “mempekerjakan” Max Biaggi!
Akibat ultimatum itu, team Honda Pons memutuskan mundur dari MotoGP karena Camel tak mau memperpanjang kontraknya jika team milik Sito Pons itu tidak mengontrak Biaggi. Casey Stoner yang sudah dikontrak team ini pun nyaris batal berlaga di kelas puncak. Beruntung rider Australia itu diselamatkan oleh team LCR yang merupakan team-nya saat di kelas 250cc.
Ditolak Honda, Camel masih belum menyerah. Pabrikan rokok itu mencoba menawarkan Biaggi ke team Kawasaki. Namun lagi-lagi gagal. Kabarnya kegagalan itu diakibatkan karena Biaggi tak mau pakai ban Bridgestone, sedangkan Kawasaki pun tak mau beralih ke Michelin. Belakangan terungkap ternyata ada faktor lain.
Ternyata Camel beralih ke team Yamaha dimana Valentino Rossi bernaung. Saat itu Yamaha berdalih dipilihnya Camel menggantikan Gauloises karena Rossi suka warna kuning.
Benar jika The Doctor identik dengan warna kuning. Tapi tentu bukan cuma karena warna itu lantas team garpu tala rela menghadapi gugatan dari pihat Altadis (produsen Gauloises) karena merasa kotrak mereka diputus secara sepihak.
Alasan sesungguhnya bisa jadi karena Yamaha ingin “memanjakan” Rossi dengan memenuhi niatnya mendepak Biaggi dari MotoGP.  Sudah bukan rahasia jika antara Rossi dan Biaggi terlibat perseteruan panjang baik di dalam maupun di luar lintasan. Dengan keberhasilan Rossi menjadi juara dunia walau bertukar posisi dengan Biaggi (dari pabrikan Honda ke Yamha, Biaggi sebaliknya) sesungguhnya The Doctor telah mempermalukan rekan senegaranya itu. Namun sepertinya itu belum cukup.
Dengan “merampas” sponsor setianya, maka Rossi benar-benar berhasil menyingkirkan rivalnya tersebut keluar dari arena MotoGP dan tak pernah kembali hingga kini.

















Telefonica Movistar, Antara Gibernau & Pedrosa

Partisipasi Telefonica Movistar di ajang MotoGP/GP500 berawal dari team Suzuki. Keberhasilan Kenny Roberts, jr. menjadi juara dunia pada tahun 2000 ternyata tak cukup membuat perusahaan telekomunikasi Spanyol itu puas. Mereka tetap meminta jatah untuk rider Spanyol dan Sete Gibernau jadi pilihannya.
Disaat prestasi Suzuki kian merosot, pada tahun 2003 Telefonica memboyong Gibernau menuju team Honda Gresini berduet dengan Daijiro Kato (Almarhum). Sayang duet masa depan ini hanya bertahan hingga seri perdana karena Kato meninggal dunia akibat kecelakaan di sirkuit Suzuka-Jepang.
Menjelang musim 2006, telefonica merajut impian membangun team Spanyol dengan menyandingkan Sete Gibernau dengan bintang muda Spanyol, Dani Pedrosa yang selalu disponsori Telefonica baik saat berlaga di kelas 125cc maupun di kelas 250cc.
Rencana Team Gresini (dengan sokongan Telefonica) ini ternyata tidak mendapat persetujuan dari HRC. Maklum, Repsol yang menjadi sponsor team utama Honda juga menginginkan Pedrosa. Jika The Little Spaniard ditempatkan di team Gresini maka akan muncul dua kemungkinan buruk, Repsol meninggalkan Honda atau Pedrosa tak mendapat support penuh sebagai rider pabrikan.
Telefonica tak terima dengan keputusan tersebut hingga akhirnya mengambil langkah extreme, keluar dari MotoGP. Ditinggal sponsor, Sete pun angkat kaki dari Honda dan bergabung dengan team Ducati. Hanya satu musim sebelum kemudian memutuskan pensiun (musim 2009 sempat balik lagi).















Marlboro, Sponsor paling “iklas”

Apa alasan sebuah perusahaan menjadi sponsor MotoGP? Selain demi gengsi tentunya dengan harapan nama dan logo mereka dibawa keliling dunia. Namun hal ini sepertinya tak berlaku bagi Marlboro.
Inilah satu-satunya produsen rokok yang tetap bertahan di MotoGP setelah diberlakukannya larangan pemasangan logo merk rokok di ajang MotoGP (dan juga di ajang balap dunia lainnya) di wilayah Eropa, Amerika & Australia. Awalnya logo Marlboro masih bisa dipajang saat MotoGP berlangsung di kawasan Asia. Belakangan hal itu juga tidak diperbolehkan dengan alasan MotoGP disiarkan ke seluruh penjuru dunia. Stasiun televisi non Asia tentu kerepotan jika harus men-sensor logo tersebut saat siaran live.
Logo kemudian diganti dengan lambang barcode. Tapi ini pun sepertinya tidak diperkenankan. Di musim 2010, ruang untuk logo di firing GP10 benar-benar dikosongkan. Nama team juga tak pernah disebutkan Marlboro Ducati melainkan hanya Team Ducati saja.

No comments:

Post a Comment