Thursday, January 27, 2011

Plus Minus Rider MotoGP Papan Atas

Dominasi empat rider MotoGP papan atas yakni: Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa dan Casey Stoner pada musim 2011 mungkin akan goyah oleh semakin meningkatnya performa Andrea Dovizioso, Ben Spies dan Marco Simoncelli. Namun urusan kandidat juara dunia sepertinya masih akan jadi rebutan oleh para personil F4 MotoGP itu. Yuk kita intip dulu keunggulan dan kelemahan keempat rider tersebut.

Rossi Lorenzo Pedrosa Stoner1 Plus Minus Rider MotoGP Papan Atas 

 Who is the winner?

Valentino Rossi
Plus:
Paling berpengalaman: soal pengalaman nggak usah diomongin lagi, Rossi sudah balapan di kelas puncak sejak musim 2000 lalu dan sudah mengoleksi 7 gelar juara dunia primier class.

Punya skill pengembangan motor: The Doctor adalah satu dari sedikit rider MotoGP yang punya skill pengembangan motor. Semakin tak tertandingi dengan dukungan para mekanik handal dibawah pimpinan Jeremy Burgess.

Minus:
Usia diatas 30 tahun: Rossi merupakan rider tertua ketiga yang berlaga di musim 2011 setelah Loris Capirossi dan Colin Edwards. Sementara rival lainnya rata-rata masih U-25. Ditambah kondisinya yang belum pulih benar sejak kecelakaan musim 2010 lalu.

Jago tikungan: lho jago kok ditaruh di bagian minus? Yup, Dengan teknik late break yang luar biasa, Rossi sangat piawai memperdaya lawan-lawannya di tikungan. Tapi hal itu bisa jadi nggak akan banyak membantu saat dia menunggang Ducati yang terkenal susah belok. Kecuali jika Rossi and the gank bisa membuat GP11 jadi selincah M1.

Jorge Lorenzo
Plus:
Sudah pernah menentukan set-up motor sendiri: saat pertama datang ke Yamaha, Lorenzo tak bisa leluasa mengadaptasi data teknis The Doctor. Selain karena perbedaan suplier ban, kedunya juga berbeda managemen. Musim 2010 lebih parah dengan ditiadakannya pertukaran data antara Rossi & Lorenzo. Segala keterbatasan itu tak menghalanginya untuk tampil bagus pada tiga musim pertamanya di kelas primier.

Punya riding style sendiri: banyak yang bilang gaya balap Lorenzo nyontek gaya Rossi. Terlepas dari benar tidaknya pandangan tersebut, secara kasat mata jelas terlihat Lorenzo termasuk satu dari sedikit rider MotoGP yang nggak latah ngikut gaya Rossi turun kaki saat menikung.
Minus:
Belum punya pengalaman mengembangkan motor: Ini adalah tahun pertama Lorenzo sebagai leader Yamaha. Apa boleh buat, ini juga jadi pengalaman pertamanya memimpin riset dan pengembangan motor. Dan itu mesti harus dibuktikan dulu.

Kemampuan dog fight masih kurang: Lorenzo mesti mengakui masih belum mampu menandingi Rossi saat harus berduel head to head hingga garis finish.

Dani Pedrosa
Plus:
Jago start: tak perlu diragukan lagi kemempuan Pedrosa dalam melakukan start yang brilian. Bukan cuma saat meraih pole position tetapi juga saat harus memulai race dari barisan tengah. Jika berhasil melepaskan diri sejak lap awal maka sangat sulit bagi rider lain untuk mengejarnya.

Waktu adaptasi paling lama: pada musim 2011 ini Pedrosa menjadi rider paling lama yang bertahan dalam satu team. Dani sudah bergabung dengan team Repsol Honda sejak pertama kali naik ke kelas puncak pada tahun 2006 lalu. So, Pedrosa tentu punya waktu adaptasi paling lama dibanding rider lain.

Minus:
Body mungil: postur tubuh Pedrosa yang paling mungil diantara rider MotoGP 2011 memang bisa menjadi keuntungan tersendiri. Motor bisa berlari lebih kencang karena menanggung beban yang lebih enteng. Tapi body imut itu bisa jadi malapetaka disaat mengalami kecelakaan. Kemungkinan besar The Little Spaniard bakal terpelanting dari motornya.

Kemampuan fight masih kurang: akibat sering melesat sendiri sejak start, kemampuan Pedrosa untuk fight jarak dekat terasa masih kurang terasah.

Casey Stoner

Plus:
Cepat beradaptasi: pada musim pertamanya bersama Ducati tahun 2007 lalu, Stoner langsung jadi juara dunia. Ini membuktikan rider Australia itu mampu beradaptasi secara cepat dengan tunggangan barunya. Saat pertama kali mencoba Honda RC212V di sirkuit Valencia pada November 2010, Stoner juga menunjukkan hasil yang membuat ngeri rider lain.

Mampu melakukan start dengan baik: seperti halnya Pedrosa, Casey Stoner juga termasuk rider yang mamapu melakukan start dengan sempurna.

Minus:
Belum terbukti mampu mengembangkan motor: tampil mendominasi pada musim 2007 ternyata tidak berlanjut di musim berikutnya. Ducati mengalami problem yang tak bisa dipecahkan oleh Stoner. Sampai-sampai Ducati harus mendatangkan mantan rider-nya, Sete Gibernau, untuk mengetahui akar permasalahannya. Sekedar mengingatkan, tahun 2007 proyek pengembangan Ducati masih dipimpin oleh Loris Capirossi.

Masih sering jatuh: saat menjadi rookie MotoGP pada tahun 2006, nama Casey Stoner sempat dipelesetkan jadi Crasher Stoner. Itu akibat seringnya The Kuri Kuri Boy terjatuh, baik saat sesi latihan, kualifikasi maupun saat race. Hingga musim 2010 lalu, kebiasaan buruk tersebut masih sering terjadi.
Apa yang dipaparkan diatas bukanlah sesuatu yang mutlak. Sesuatu yang disebut kekurangan bisa saja musim ini sudah mampu diperbaiki. Demikian pula sebaliknya, sebuah keunggulan mungkin juga nggak mampu ditunjukkan secara maksimal. Race is race, anything can happen…

No comments:

Post a Comment