Wednesday, March 23, 2011

Lorenzo-Stoner-Rossi Bersatu untuk Jepang

LorenzoRossiStoner 460x305 LorenzoRossiStoner
 (Stoner-Lorenzo-Rossi Di Podium GP Valencia 2010)

Tiga pembalap teratas di MotoGP, Jorge Lorenzo, Casey Stoner, dan Valentino Rossi, bersedia menyingkirkan persaingan untuk membantu korban gempa dan Tsunami di Jepang. Mereka bersatu untuk mengumpulkan tanda tangan pada sebuah kaus bertuliskan "Kami untuk Jepang".

Ketiganya merupakan bagian dari 17 pembalap yang bersedia membubuhkan tanda tangan di kaus itu. Nantinya kaus berwarna putih itu akan dijual dengan harga 20 Euro per buah atau setara dengan Rp248.000

Dana hasil penjualan kaus ini akan disumbangkan untuk organisasi kemanusiaan saat MotoGP Jepang berlangsung pada 2 Oktober nanti."Dalam masa seperti ini, kami harus memberi dukungan maksimal untuk Jepang. Jepang adalah negara kuat yang sudah menunjukkan kemampuannya mengatasi kesulitan," kata Lorenzo dikutip dari Road Racing World, Selasa 22 Maret 2011.


Keprihatinan yang sama juga ditunjukkan oleh Stoner. Pembalap baru Repsol Honda ini tahu betul rasanya jika negaranya tertimpa musibah. Sebab, di akhir 2010 menjelang awal tahun 2011, negara bagian Queensland, Australia, sebagai tempat kelahiran Stoner dilanda banjir bandang yang membuat 200.000 orang kehilangan tempat tinggal.

"Kami menganggap banjir yang terjadi di awal tahun di Australia adalah bencana besar. Tapi setelah kejadian yang kita lihat di Jepang, itu di luar batas kesanggupan kita," kata Stoner.

"Setelah mendengar cerita dari teman-teman di Honda dan liputannya di berita, saya sedih mengingat apa yang harus mereka lalui di sana," tutur pembalap yang tahun lalu membela Ducati itu.

Rossi sebagai pembalap yang baru memisahkan diri dari pabrikan Jepang, Yamaha, juga turut menyampaikan belasungkawanya."Ini adalah masa yang sulit buat semua orang, tapi kami mendukung Jepang dan kami bersama teman-teman kami yang berasal dari Jepang.
"Kami mendukung mereka agar tidak putus asa dan mendoakan yang terbaik buat semua."
Gempa dan tsunami di Jepang terjadi pada 11 Maret 2011. Selain menghancurkan kota di pesisir timur laut Jepang, korban diperkirakan menembus angka 10.000 orang. Ini belum termasuk korban yang hilang dan kerugian harta benda karena sapuan tsunami.

No comments:

Post a Comment